Halaman

Minggu, 25 Desember 2011

Akhwat sejati idaman Ikhwan


Alkisah, seorang santri putra sedang bersegera menemui Ustadznya. Dia bertanya pada sang Ustadz, "Ustadz, tolong ceritakan kepadaku tentang akhwat sejati.."

Sang Ustadz pun tersenyum teduh dan menjawab,
"Akhi, akhwat sejati dilihat tidak semata dari sekedar jilbabnya ataupun jubahnya yang lebar, tetapi juga dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghadhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian agamanya..

Akhwat sejati tidak dinilai dari kelembutan suaranya semata, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan lelaki yang bukan mahramnya, sekalipun kebenaran itu mungkin menyakiti perasaannya sendiri.

KEMAMPUAN MUTLAK SNIPER

BERIKUT BEBERAPA KEMAMPUAN POKOK YANG HARUS DIMILIKI SEORANG SNIPER

Kemampuan Taktik dan Kamuflase


Sniper maupun tim sniper harus punya taktik .Di medan terbuka harus pandai menyusup secara perlahan agar tidak ketahuan. Gerakan yang terlalu lambat akan menyebabkan waktu terbuang banyak, maka dari itu ia harus punya taktik jitu. Sniper harus bisa memastikan jarak tembak terhadap sasaran secara akurat, yaitu sekali tembak langsung mati, yang pasti ia harus pandai berkamuflase.


Kemampuan Menembak

Seorang sniper harus bisa memilih wilayah target. Biasanya sniper akan menembak sasaran kepala dalam jarak paling jauh 600 M, tapi tergantung jenis senjata juga. Sedangkan untuk sasaran dada masih dapat diincar dalan jarak 600 hingga 1300 M. Pemilihan ini sangat penting supaya target langsung mati. Setelah menembak, biasanya sniper memastikan korban melakui scope, setelah penembakan adalah masa-masa rawan bagi sniper, karena bisa jadi musuh mengetahui arah datangnya temakan, kemudian mereka akan mengirim tembakan balasan yang bahkan lebih besar kearah sniper cs, seperti RPG, canon atau roket.

PENGERTIAN RAFIDHAH DAN SYI'AH MENURUT ULAMA SUNNI

Ummat Islam suka mencampuradukkan antara al-rafadh (berpaham Rafidhah) dan al-tasyayyu' (berpaham Syi'ah). Mereka tidak bisa membedakan kedua istilah tersebut. Ini disebabkan ketidakpahaman tentang akidah mereka sendiri. Mereka tidak mau mengkaji akidah Islam secara benar dari sumbernya yang asli dan otentik, yaitu al-Qur'an dan hadits, serta pendapat para sahabat Nabi, pengikutnya (tabi'in) dan generasi ketiga (tabi'it-tabi'in). Padahal, mereka itu tiga angkatan, yang dinilai oleh Rasulullah sebagai generasi terbaik ummat Islam.

Masalahnya, sebagian ummat tidak mau mempelajari Islam dan ilmunya. Akibatnya, akidah Islam mereka artikan secara tidak proporsional. Mereka tidak tertarik untuk menjaga kesucian dan kemurnian akidah Islam. Bahkan mereka hampir tidak mengenal satu pun buku yang membicarakan akidah Sunni atau Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Akibatnya, mereka akan terjebak tatkala membaca buku-buku tafsir dan hadits, yang mengandung kisah-kisah israiliyyat dan kisah-kisah palsu. Atau, mereka memahami akidah Islam dari literatur-literatur baru tanpa dasar yang kokoh dan benar. Karena itu, mereka terputus dari ulama salaf salih, yang mendapatkan kerelaan dari Allah.

MEMBONGKAR KESESATAN SYI'AH

Cinta Palsu bin Dusta bin Bohong bin Bokis Pada Ahlul Bait

Penulis: ditulis ulang dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 30/I/II/1425 

"Ahlul Bait" bukanlah istilah yang asing lagi di telinga sebagian kita. Bila disebut maka akan terlintas di benak kita tentang seseorang yang memiliki pertalian kekerabatan dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Tentu saja, ini merupakan kehormatan tersendiri bagi orang tersebut.

Siapakah Ahlul Bait Itu?
Ahlul Bait adalah orang-orang yang sah pertalian nasabnya sampai kepada Hasyim bin Abdi Manaf (Bani Hasyim) baik dari kalangan laki-laki (yang sering disebut dengan syarif) atau wanita (yang sering disebut syarifah), yang beriman kepada Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan meninggal dunia dalam keadaan beriman. Diantara Ahlul Bait Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:

Air Mata Perpisahan

DARI MARIANI DI POHUWATO-GORONTALO

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.


Pendengar Nurani yang baik
Namaku Mariani.., orang-orang biasa memangilku Aryani, ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lekang dalam benakku, sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa didunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia…



Pendengar Nurani yang baik
Tahun 2007 Silam, aku dipaksa orang tuaku menikah dengan seorang pria, Kak Arfan Namanya, Kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tapi dia seleting dengan kakakku saat sekolah dulu, usia kami terpaut 4 Tahun, yang aku tahu, bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya, dan juga Rajin ibadahnya, dan tabiatnya seperti itu terbawa-bawa sampai ia dewasa, aku merasa risih sendiri dengan Kak Arfan apabila berpapasan dijalan, sebab sopan santunya sepertinya terlalu berlebihan pada orang-orang, geli aku menyaksikannya, yah, kampungan banget gelagatnya…

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman


01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;

I Love Al-Qaedah


Pertolongan dan solidaritas : ## CD Tawanan Muslimah ##










بسم الله الرحمن الرحيم


الإهـــــــــــداء
Dihadiahkan



إلى كل أسيرة خلف القضبان..
إليك يا من تجرعت كأس المرارة والألم..
إليك يا من ضحيت لأجل العقيدة والشرف..
إليك يا من صبرت لأجل النصر المرتقب..
إليك يا رمز الشموخ والعزة والإباء..
يا من أوجعتي القلوب وأدميتي المقل..




Kepada setiap tawanan wanita di baik jeruji..
Kepada Anti, wahai yang telah meneguk gelas kepahitan dan kepedihan..
Kepada Anti, wahai yang telah berkorban demi aqidah dan kemuliaan
Kepada Anti, wahai yang telah bersabar demi kemenangan yang dinantikan
Kepada Anti, wahai simbol ketinggian, kemuliaan dan keberanian
Wahai yang telah membuat hati pedih dan membuat mata meneteskan (air)..